Malu Bertanya, Bersenang-senang Kemudian

Pepatah lama mengatakan, “Malu bertanya, sesat di jalan”. Di Betawi dipelesetkan menjadi, “Ma’ lu bertanya, babe gue nyang jawab”. Di jaman sekarang, diganti lagi… “Malu bertanya, google yang jawab”.
Bagi sebagian orang yang melek teknologi, google telah dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia saat ini.Bagaimana enggak, hampir semua pertanyaan kita bisa dituangkan di google. Perkara ada atau nggak jawaban yang benar dan sesuai yang kita inginkan, itu urusan belakangan.

image

Saya termasuk salah satu pelanggan tetap google search. Pokoknya setiap ada pertanyaan yg mengganjal – mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, pribadi, dan yang ngga penting – larinya ke google. Sampai-sampai kalo ada orang bertanya ke saya, kadang saya jawab dalam hati “sudah cari di google belum sih?”😀 Mungkin orang itu tidak kepikiran atau sejenisnya, tapi kalo pertanyaannya memang susah dan saya ngga punya jawabannya, saya akan bantu dia cari jawabannya di google.

Nah, salah satu efek sampingnya adalah, kita seolah-olah terlihat menjadi orang pintar. Padahal kita sendiri ‘nyontek’ jawaban dari google. Kalo saya pribadi ambil positifnya. Secara ngga langsung itu nambah wawasan buat kita juga.

image

image

Di twitter @juragan_sipil, cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang saya sendiri tidak tau jawabannya. Lagi-lagi google jadi andalan saya.Tapi, tidak semua pertanyaan saya ladeni. Hanya pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya nambah wawasan dan info buat saya, atau yang mendukung pekerjaan dan hobi saya, itu yang saya carikan jawabannya. Dan cukup banyak juga pertanyaan yang saya memang tidak tau dan saya belum mau tau.😀

Yang jelas, kalo memang ada pertanyaan yang paaaling susah, sampai ngga ada di google,… saya sudah punya jawaban yang paling diplomatis…”Wallahu a’lam… Allah Maha Tahu segalanya…”🙂
Saya terinspirasi dari seorang dosen di masa kuliah dulu, dia cerita sewaktu pasca sarjana, dia kadang mentok di soal-soal kalkulus tingkat dewa, dia berdoa, dan doanya unik… di dalam doanya dia ceritakan tentang soal kalkulus tersebut,masalahnya di mana, ada variabel yang bikin dia bingung, langkah selanjutnya apa, dll, seolah-olah dia sedang mengadu ke Maha Professor… dan di akhir doanya dia cuma minta agar pikirannya lebih dibuka untuk menemukan solusinya.

-Posted from WordPress for Iconia-

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s