Perencanaan & Rekayasa Alam

Dunia teknik tidak akan jauh dari istilah perencanaan (design) dan rekayasa (engineering). Sebut saja teknik apa pun itu, niscaya ada unsur design dan engineeringnya. Engineering dekat kepada sains, karena engineering adalah ilmu terapan dari sains. Sementara di sisi lain, sampai saat ini posisi sains dan agama masih terdapat dua kubu, ada yang menganggap sains dan agama adalah dua hal yang berbeda dan tidak bisa disatukan, dan ada kubu yang memandang bahwa agama dan sains justru saling menguatkan satu sama yang lain. Selama ini, saya lebih banyak bertemu dan membaca karya orang-orang yang berada di kubu kedua. Tidak sedikit dari mereka yang mengakui kebesaran dan kekuasaan Sang Pencipta melalui ilmu sains yang mereka pahami. Saya juga menganut paham kedua, di balik keajaiban sains itu ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dirumuskan, hanya bisa diyakini.

pembentukan-tasur

Nah… sebagai seorang engineer (bukan saintist) saya kadang “iri” dengan para ilmuwan karena hal tersebut di atas. Para ilmuwan bisa terus melakukan riset dan penelitian mereka, dan mereka punya peluang lebih banyak untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengakui keagungan-Nya melalui penelitian-penelitian mereka. Taruhlah seorang astronom (ilmuwan benda-benda langit), hanya dengan mengobservasi benda langit mereka bisa melihat kekuasaan Tuhan di situ.

Tapi…. rasa “iri” itu sudah hilang. Kemarin, hati saya terguncang,…. seolah-olah sedang melihat sebuah gedung megah yang indah, kokoh, canggih,… pokoknya luar biasa. Padahal, sebenarnya… obyek yang sedang saya cermati hanyalah sebuah pohon bambu.

Ini gara-gara saya membaca kutipan sebuah buku yang ditulis oleh Prof. Wiratman Wangsadinata (seorang ahli konstruksi di Indonesia), judulnya Roosseno: Jembatan dan Menjembatani. Almarhum Roosseno sendiri dijuluki sebagai Bapak Beton Indonesia. Ada salah satu bagian di buku itu yang membahas tentang pohon bambu.

roosseno

Saya akan sedikit berbicara teknis di sini dengan menyunting sebagian isi buku tersebut. Pohon bambu sangat elastis, setelah ditempa angin kencang pun dia akan tetap berdiri ke posisi semula. Sekarang, kalo kita perhatian struktur pohon bambu, ada beberapa poin yang bisa dilihat:

  1. penampangnya berbentuk lingkaran berongga (pipa)
  2. ukuran penampangnya (diameternya) semakin ke atas semakin kecil
  3. serat terluarnya lebih keras (kuat) dibanding serat di dalamnya
  4. ada ruas-ruas pada batangnya, dan semakin ke bawah, ruas-ruas itu semakin rapat (jaraknya dekat)

bamboos

Nah, apa tinjauan teknisnya? Kalo kita kaitkan ke ilmu teknik sipil, kita akan dapat penjelasan sebagai berikut:

  1. Penampang lingkaran adalah penampang yang mempunyai kekakuan yang sama ke segala arah. Sementara penampang berongga menunjukkan nilai ‘ekonomis’ konstruksi tersebut
  2. Semakin ke bawah, beban aksial tekan akan semakin besar, sehingga akan dibutuhkan luas penampang yang lebih besar di bandingkan di atasnya.
  3. Ketika mengalami lentur, serat terluar akan mengalami tegangan tarik maupun tekan yang paling besar.
  4. Ruas-ruas bambu berfungsi sebagai pengaku lateral (lateral support) yang menjaga agar serat-serat batang bambu tidak mengalami tekuk atau “berhamburan” ketika mengalami tekan yang tinggi. Ini mirip dengan prinsip ties/sengkang pada kolom. Kenapa makin ke bawah makin rapat? Ini ada kaitannya dengan panjang tekuk.

Begitu mengetahui hal ini, saya sadar… ini adalah sebuah konstruksi yang sempurna… dan konstruksi ini sudah dirancang dan dihitung dengan sangat cermat. Dia bukan engineer, tapi ilmu-Nya melebihi engineer paling hebat yang ada di dunia ini. Wajar saja,… soalnya Dia-lah sumber segala ilmu, Dia-lah Yang Maha Tahu.

Dari situ saya coba merenung lebih luas, berarti tidak hanya ilmu batang lentur, ilmu teknik sipil yang lain juga pasti sudah tersedia di alam ini. Malah ilmu teknik yang lain juga…. mekanika (teknik mesin) misalnya. Ada tumbuhan yang bisa menutup daun atau kelopak bunganya ketika terkena rangsangan. Yang menggerakkan daun atau kelopak tersebut bukanlah sistem rangka dan otot seperti halnya hewan dan manusia, melainkan sebuah sistem hidrolis sederhana!

Itu baru tumbuhan, kalo kita melirik hewan dan manusia…. penuh dengan konsep-konsep engineering, mulai dari sipil, mekanikal, elektrikal, dll. Berang-berang misalnya… mereka bisa membuat waduk, semua sudah tau itu. Tapi, apakah ada yang pernah bertanya kenapa waduk yang dibuat oleh berang-berang lebih tebal di bagian bawah dan semakin ke atas semakin kecil? Seolah-olah berang-berang sudah tau kalo semakin ke bawah tekanan air semakin besar. Atau, mungkin mereka memang sudah tau.

Belum lagi, seandainya tidak diciptakan burung, mungkin pesawat terbang tidak akan pernah ada. Ah… pokoknya… alam ini adalah sebuah hasil cipta dengan desain dan teknologi yang paling sempurna. Saya yakin, masih banyak ilmu engineering yang masih bisa dipelajari dari alam.

Yang saat ini kepikiran adalah…. sistem transportasi (traffic engineering) atau rekayasa lalu lintas… hehe Kita sepertinya harus belajar dari sistem “transportasi” yang ada di alam. Contohnya, sistem transportasi darah pada tubuh manusia🙂 Transportasi darah manusia menggunakan sistem transportasi massal. Satu sel darah digunakan untuk mengangkut berbagai jenis unsur makanan, oksigen, unsur-unsur penting, dan unsur-unsur buangan,..semuanya dalam satu angkutan. Bisa dibayangkan kalo masing-masing unsur diangkut oleh sel darah yang berbeda-beda, pasti terjadi penumpukan “kendaraan pengangkut” di mana-mana, tidak efektif. Trus, pembuluh darah juga harus bersih dan steril. Begitu ada hambatan berupa endapan, maka terjadi penyumbatan dan itu sangat membahayakan.😛

Nah,.. jadi… jika anda seorang insinyur, dan anda merasa kagum dengan desain dan rancangan anda… tolong renungkan lagi. Bisa jadi desain anda itu sudah ada prototype-nya di alam ini. Wallahu a’lam.

2 thoughts on “Perencanaan & Rekayasa Alam

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s