Ayah, Anak, dan Keledai

Sebuah cerita:

donkey

Ada seorang pria setengah baya bersama anaknya yang masih di bawah remaja, keduanya menunggang seekor keledai. Tak lama berjalan, ada yang berkata: “Ayah & anak itu sungguh tak tahu diri, masa dua orang menunggang seekor keledai.

Karena tak enak sang ayah turun dan menuntun keledai. Tak lama kemudian, ada yang menyela: “Anak sungguh tak tahu diri, membiarkan ayahnya menuntun keledai”.

Merasa ada  benarnya, si anak turun ganti menuntun keledai dan si ayah yg ganti menunggang keledai.

Tak jauh, ada lagi yg berkata: “Bapak tak tau diri, membiarkan anak yg belum dewasa betul menuntun keledai.”

Merasa tak enak, sang ayah turun, dan kini keduanya berjalan kaki sambil menuntun keledai tanpa tunggangan.

Mereka berpikir kali ini tak akan ada yang mengkritik mereka lagi, ternyata terdengar komentar: “Ayah & anak itu sungguh tolol, ada keledai tidak ditunggang malah jalan kaki.


Moral: Tidak mungkin kita memuaskan semua orang, pasti ada saja orang yang menganggap kita salah. Jadi kerjakanlah sesuai hati nurani kita masing-masing.

Disalin dari: http://gouw2007.wordpress.com/2012/11/15/ayah-anak-dan-keledai/

+++

Versi lain:

keledai

One thought on “Ayah, Anak, dan Keledai

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s