Ajang Cari Bakat Penyanyi, Seperti Yang Dulukah?

Kalo ngomongin perkembangan musik di Indonesia, memang paling seru kalo dicermati perubahannya dari masa ke masa.

Untuk kontes atau ajang cari bakat penyanyi, di abad 20 ini dulunya dimulai oleh American Idol kemudian masuk ke Indonesia menjadi Indonesian Idol, dan setelah itu menjamurlah ajang cari bakat sejenis. Katakanlah AFI (Akademi Fantasi Indonesia), kemudian ada yang untuk dangdut itu apa namanya? (lupa)… KDI?? Trus, akhir-akhir ini, 2 buah franchise sejenis dari luar masuk lagi ke Indonesia, X-Factor dan The Voice Indonesia. Mungkin sebagian dari kita akan menganggap ini adalah salah satu bentuk perkembangan musik yang ada.

Benar nggak sih?… Kalo anda pernah hidup di tahun 80 dan 90an… pernah ngga dengar yang namanya Asia Bagus? Dan anda pasti kenal siapa alumninya?… di Indonesia ada Krisdayanti, Dewi Gita, dan Rio Febrian.  Kualitas mereka sudah ngga diragukan lah.

Trus… pernah dengar ajang Bintang Radio dan Televisi?… Ini ajang bakat yang lumayan paling jadul.. dan alumni terakhirnya adalah Titi DJ.

Festival Lagu Populer

Kemudian ada Festival Lagu Populer Indonesia… Nah, yang ini bisa dibilang festival yang cukup berkelas. Hampir sebagian besar penyanyi solo yang terkenal di jaman dulu pernah ikut berpartisipasi di sini. Beberapa alumninya yang sangat dikenal adalah Utha Likumahuwa, Harvey Malaiholo, Trie Utami, dll. Ngga cuma penyanyi… pencipta lagu juga unjuk gigi di sini. Misalnya Yovie Widyanto, Guruh Soekarnoputra, Dadang S Manaf, dll. Soalnya yang di adu juga di sini adalah lagunya, jadi para penyayi membawakan lagu yang belum pernah dipopulerkan sebelumnya.

Masih ada beberapa lagi ajang dan kontes serupa, tapi saya ngga bisa ingat-ingat lagi.

Pertanyaannya,… apakah pentas yang ada sekarang ini bisa dibandingkan dengan para pendahulunya? Saya ngga tau, bisa jadi saya salah, tapi.. menurut saya… Pertunjukan yang dulu memang tujuannya untuk cari penyanyi dan musik yang berkualitas.. sementara yang sekarang… yaaa coba tanyakeun pada stasiun TV yang menayangkan kontes tersebut. 😀

Do You Want Me To Do That?

Kalimat di atas membekas sangat dalam di dalam hati saya. Itu adalah teguran paling halus sekaligus paling menusuk yang pernah saya terima.

Kejadiaannya sudah berlalu lebih dari 5 tahun lalu, di salah satu tempat kerja yang lama. Waktu itu saya sedang bertanggung jawab atas sebuah pekerjaan yang memang tidak membutuhkan banyak tenaga dan pikiran.

Karena terlalu menyepelekan pekerjaan, akhirnya progress pun sedikit melambat. Di tengah-tengah ‘kesibukan’, saya dipanggil untuk melaporkan perkembangannya.

Dan… akhirnya ketahuanlah kalo pekerjaan itu berjalan lambat. Bukan karena saya ngga bisa, tapi… yaaa gitu… terlalu menyepelekan. Saya ngga mengeluarkan alasan apa pun karena memang saya yang salah.

Dan di akhir ‘pidato’nya, The Bos memberikan saya pertanyaan dan penawaran…. “do you want me to do the job?

Itu mungkin cuma basa-basi. Tapi pertanyaan itu seolah-olah seperti gertakan dia, “Saya ngga suka ada orang malas di sini!!”

Sejak saat itulah… saya menjadi lebih termotivasi… berniat untuk segera keluar… 😀 😀 😀

masih mo ko?

Dikenali Lewat Jenggot

Pagi ini saya agak telat masuk tempat kerja. Tempat parkir sudah penuh, dan di salah satu pojok area parkir masih tersisa lahan untuk parkir paralel, cukup untuk 3-4 mobil.

Setelah parkir, saya berjalan meninggalkan area parkir. Tiba-tiba ada yang manggil, “Mas Iwal!”

Saya menoleh, dan saya langsung mengenali wajah yang memanggil saya. Pak Margono, driver perusahaan tempat saya bekerja pertama kali dulu. Sekitar 4 atau 5 tahun ngga pernah ketemu.

Beliau ternyata sedang mengantar bosnya (yang juga mantan bos saya) untuk keperluan meeting di kawasan perkantoran tempat saya bekerja.

Kami tidak lama ngobrol… Tapi, ada salah satu yg Pak Margono katakan kepada saya. Dia dari awal melihat saya melewati lahan parkir, tapi dia ngga yakin itu saya. Begitu saya melintas di dekat dia, dia melihat jenggot saya, dan baru yakin kalo itu adalah saya. 😀

Baru kali ini ada orang yg mengenali saya lewat jenggot. Padahal jenggot saya ngga ada apa-apanya. Biasa aja. Malah cuma seiprit. Kalo ngga diperhatikan, orang juga ga akan sadar kalo saya berjenggot. Hehehe… ada-ada aja.

Btw, Pak Margono itu juga bisa dengan mudah saya kenali. Bukan dari jenggot, tapi dari kumisnya. Waktu saya masih satu tempat kerja dengan Pak Margono, cuma beliau yang mempunyai kumis yang sedahsyat itu. 🙂

Setelah bertukar/mengupdate nomor telpon masing-masing, barulah saya bergegas meninggalkan dia.

*alhamdulillah…bisa silaturahim lagi*

Cerai Dengan Dropbox

image

Saya akhirnya memutuskan untuk bercerai dengan DropBox, soalnya saya sudah menanda-tangani kontrak resmi dengan Google Drive.

Kebanyakan pake cloud storage ternyata bikin pusing juga. Sekarang ini saya pake 3 storage: DropBox, Google Drive, sama SkyDrive-nya Microsoft. DropBox untuk nyimpan file-file ebook dan gambar, Google Drive untuk nyimpan file-file gawean, SkyDrive kalo mau sharing file buat para fans @juragan_sipil (hahaha, lebay). Itupun account saya di SkyDrive ada 2… dan sampe sekarang tetap terbengkalai dengan sukses.

 

Continue reading “Cerai Dengan Dropbox”

Makin Lama Makin Seru

Saya pernah menulis status di profil linked in saya, “i love my job… and my job loves me too.. :D”
Akibatnya… saya harus meluangkan lebih banyak waktu dengan “those jobs that i love” 😀 😀 soalnya sudah saling cinta.

Gpp kok… saya rela… Akhir pekan ini saya rencana mau “cerai” sementara dengan pekerjaan saya. Huhuy…! Jadi,… dinikmati dulu lah.

Mau ke mana gan?

Mau re-charge dulu, mendinginkan kepala, menyejukkan pikiran, menyegarkan mata… walopun sedikit menguras tenaga. Mau jalan-jalan ke luar kota sejenak… 2 malam insya Allah.

Sorry, jobs…. 😀

nb:

Perlu dicatat, job <> company (baca: job is NOT EQUAL to company). Jadi, jangan sampai disalah-artikan… hehehe.

Membuat Model Robot 3D… Tapi….

Dulu saya pernah melakukan pekerjaan ngga penting, menggambar tokoh kartun menggunakan AutoCAD, padahal AutoCAD itu adalah software untuk membuat gambar teknik.

Kali ini, saya punya pekerjaan ngga penting lainnya, membuat model robot 3D. Tapi…software yang digunakan juga bukan software yang sesuai. Saya coba pake StaadPro.

StaadPro adalah software untuk analisis dan desain struktur/konstruksi, bisa untuk rumah, gedung, jembatan, pokoknya produk-produknya orang-orang teknik sipil lah. Selain StaadPro, ada juga software lain yang cukup populer misalnya SAP2000, ETABS, dll.

Robot-JS-02 Robot-JS-01

Tantangannya, bisakah software ini digunakan untuk membuat model 3D obyek selain bangunan sipil? Yang kepikiran oleh saya adalah ROBOT… yaaa.. Robot sederhana lah. Dan hasilnya adalah seperti gambar di bawah ini…
Continue reading “Membuat Model Robot 3D… Tapi….”

Masih Terbius “Disney Theme Songs”

Akhir pekan lalu, seperti biasa, saya mengajak (sebenarnya istri sih yang ngajak) keluarga menikmati pertunjukan Disney On Ice dengan tema Princess and Heroes. Oiya… pemainnya kebetulan orang impor semua (baca: bule).
disney on ice

Dari judulnya sih bisa ditebak siapa saja yang mengisi pentas tersebut. Yang agak kecewa mungkin anak saya, karena dia belum kenal sebagian besar karakter-karakter tersebut. Memang sih, seharusnya targetnya bukan anak kecil lagi. Ini sudah masuk level remaja dan dewasa.

disney on ice - aladin

Eniwei… saya dan istri punya komentar yang sama. Luar biasa. Kita bukan menikmati alur cerita atau tokoh-tokohnya, yang kami amati justru profesionalisme mereka dalam menyajikan teater tersebut. Terutama di bagian properti alias perlengkapan stage, betul-betul sudah didesain secermat mungkin. Misalnya, menara yang ada di bagian belakang, dekorasinya bisa berubah-ubah seusai setting cerita. Di cerita Aladin, menara itu disulap menjadi sebuah puri atau istana. Trus, waktu cerita Little Mermaid, dekorasinya berubah menjadi sebuah istana karang di dasar lautan. Berubah lagi di cerita Cinderella, Rapunzel, Sleeping Beauty, dll.. Dan perubahan dekorasi itu tidak dilakukan dengan bantuan manusia (misalnya mengangkat, memindahkan, mencabut, atau mengganti dekorasinya), tapi dilakukan oleh sistem mekanis tertentu, layar terangkat sendiri, menara kecil muncul sendiri, dll. Belum lagi properti lain misalnya, karakter naga, unta, bahkan kereta Cinderella, ternyata juga didesain khusus, ada mesin penggeraknya.

disney on ice - closing

Satu lagi yang membuat saya sempat merasakan “pindah alam” ke alam fantasi adalah lagu-lagunya. Lagu-lagu romantis ala kartun, tapi punya efek bius. 😀

Makanya beberapa hari terakhir ini saya membius diri dengan playlist lagu-lagu Disney edisi Princess & Heroes++ (plus-plus maksudnya di luar yg ada di pertunjukan kemarin).

Ini adalah playlist yang saya buat:

  • Peabo Bryson & Regina Belle – A Whole New World (Aladin)
  • Peabo Bryson & Celine Dion – Beauty and The Beast (Beauty and The Beast)
  • Elton John – Can You Feel The Love Tonight (The Lion King)
  • Phil Collins – You’ll Be In My Heart (Tarzan)
  • Vanessa Williams – Colors Of The Wind (Pocahontas)
  • Christina Aguilera – Reflection (Mulan)
  • Mandy Moore & Zachary Levi – I See The Light (Tangled, Rapunzel)
  • Norah Jones – Love Me Tender (Princess Diary)

Kalo mau download lagu-lagunya, ngga ada di sini 🙂

Saya biasanya ngintip di www.mp3skull.com

Menggambar ‘Lingkaran Nggak Penting’ Dengan Penggaris

Tak ada rotan, akar pun jadi

Kalo kita ingin menggambar sebuah lingkaran yang nggak penting, biasanya ada beberapa alat bantu, misalnya… jangka, penggaris lingkaran, atau sesuatu yang berbentuk lingkaran, misalnya koin, botol, dll.

Nah… tantangan kali ini, bagaimana cara membuat lingkaran (ga perlu sempurna), dengan menggunakan penggaris lurus.

Sebenarnya nggak susah… biarkan gambar di bawah yang berbicara.

  1. Ini dia peralatannya.
    menggambar lingkaran
  2. Buat dulu sumbu koordinatnya, alias garis tengah
    menggambar lingkaran

    menggambar lingkaran
  3. Trus, buat titik pada garis sumbu, misalnya jaraknya 2cm.
    menggambar lingkaran
  4. Buat titik lagi, tapi harus melalui titik tengah sumbu koordinat.
    menggambar lingkaran
  5. Bikin sebanyak mungkin
    menggambar lingkaran
    menggambar lingkaran
    menggambar lingkaran
  6. Tinggal menghubungkan semua titik dengan garis yang smooth.. yaaa.. se-smooth yang kita bisa lah.
    menggambar lingkaran
  7. Jadi deh…
    menggambar lingkaran
  8. Nggak penting kan?

sekian dan terima kasih