Dikenali Lewat Jenggot

Pagi ini saya agak telat masuk tempat kerja. Tempat parkir sudah penuh, dan di salah satu pojok area parkir masih tersisa lahan untuk parkir paralel, cukup untuk 3-4 mobil.

Setelah parkir, saya berjalan meninggalkan area parkir. Tiba-tiba ada yang manggil, “Mas Iwal!”

Saya menoleh, dan saya langsung mengenali wajah yang memanggil saya. Pak Margono, driver perusahaan tempat saya bekerja pertama kali dulu. Sekitar 4 atau 5 tahun ngga pernah ketemu.

Beliau ternyata sedang mengantar bosnya (yang juga mantan bos saya) untuk keperluan meeting di kawasan perkantoran tempat saya bekerja.

Kami tidak lama ngobrol… Tapi, ada salah satu yg Pak Margono katakan kepada saya. Dia dari awal melihat saya melewati lahan parkir, tapi dia ngga yakin itu saya. Begitu saya melintas di dekat dia, dia melihat jenggot saya, dan baru yakin kalo itu adalah saya.πŸ˜€

Baru kali ini ada orang yg mengenali saya lewat jenggot. Padahal jenggot saya ngga ada apa-apanya. Biasa aja. Malah cuma seiprit. Kalo ngga diperhatikan, orang juga ga akan sadar kalo saya berjenggot. Hehehe… ada-ada aja.

Btw, Pak Margono itu juga bisa dengan mudah saya kenali. Bukan dari jenggot, tapi dari kumisnya. Waktu saya masih satu tempat kerja dengan Pak Margono, cuma beliau yang mempunyai kumis yang sedahsyat itu.πŸ™‚

Setelah bertukar/mengupdate nomor telpon masing-masing, barulah saya bergegas meninggalkan dia.

*alhamdulillah…bisa silaturahim lagi*

One thought on “Dikenali Lewat Jenggot

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s