Lagu Orang Sibuk

Saat ini baru kepikiran 2 lagu yang menceritakan tentang orang sibuk. Lagu pertama, dari Arkarna, So Little Time.

arkarna - so little time

So little time so much to do
I’d rather spend my days with you…

Buat manusia yang sudah baligh/beranjak remaja di tahun 1997 dan sering mendengarkan musik di radio ataupun menonton video klip di TV, seharusnya sudah familiar dengan lagu aneh tersebut. Kenapa termasuk aneh? Karena lagu itu dinyanyikan oleh sebuah band tanpa petikan bass sedikit pun. Jadi, kedengarannya seperti musik yang “kurus”… hanya ada hentakan drum sebagai “tulangnya”, dan irama serta melodi gitar yang menguliti musik tersebut.

Lagu kedua… dari salah satu band rock legendaris Indonesia… Power Slaves. Judul lagunya… mmm Sisa.
power slaves

Waktu yang tersisa…
Dalam kehidupanmu…
Adakah kata cinta di hati…
Kata cinta untukku

Sebenarnya dua lagu di atas termasuk lagu cinta, tentang orang sibuk yang lupa sama pasangannya. 😀 😀 😀

Apa maksudnya saya menuliskan ini?… Ga ada apa-apa kok. Saya cuma sibuk aja, tapi nggak pernah lupa sama pasangan setia… si juragan odol. 😀 😀

Oiya.. buat agan-agan pecinta rock… tahun ini Power Slaves bangkit lagi dengan lagu dan klip barunya. Katanya mereka mau memberantas virus al4y yang sudah mewabah di seluruh penjuru dunia. Luar biasa!
Go Rock n Roll!!!

Kelaparan di Gramedia

Seperti biasa… kalo ke Gramedia, saya dan keluarga kayak orang kelaparan… semua buku mau dilahap.

Dan… seperti biasa… kalo ke Gramedia, saya dan keluarga berpencar ke bagian favorit masing-masing. Karena masa kecil saya yang “kurang bahagia”, saya pun melangkah ke area komik.. Dua seri terakhir Detektif Conan masuk ke kantong belanja. Sebenarnya suda basi ceritanya, saya sudah punya versi e-file-nya (hasil nyolong), tapi untuk menutupi rasa bersalah, saya dengan ikhlas membeli versi cetaknya (asli lah).   *halah…bisa aja ngeles*

Sementara anak saya terbius di tengah-tengah rak dan lautan buku-buku untuk anak seusianya … Saya lupa, ada sekitar 4 atau 5 buku yang dipungut, 1 buku mewarnai, 1 buku aktivitas, 1 buku dongeng, 1 buku cerita bergambar, saya lupa satu lagi. Ada 1 buku yang dia minta, buku dongeng, hard cover, tebal, kertas eksklusif, punya lisensi dari luar (baca: luar negeri), dan bisa ditebak, harganya nggak masuk akal,.. apalagi masuk dompet. Tapi ternyata anak saya cuma ngetes aja…. 😀 😀 :D. Dia masih bisa diajak negosiasi. Hahaha….

Sementara nyonya, juragan odol (istri saya kebetulan juragan salah satu pasta gigi, inisial ‘P’… :P)… saya ngga perhatiin bukunya. Kayaknya ada 2-3 buku, dan sekilas saya lihat ada seperti buku mendidik anak dan semacamnya lah.

Ditambah lagi 2 buah ballpoin (drawing pen) buat saya, ukuran/ketebalan 0.05mm dan 0.5mm. Biasa.. untuk nyeket-nyeket (baca: sketching alias corat-coret).

(Lupa!! Beli penggaris yg ada cetakan bulatannya!)

Jadi, total bawaan kami malam ini kira-kira sekitar 3-4 kilogram.

Bungkus! Bayar! Pulang!

Premium vs Pertamax?

Abis baca ini, saya langsung mau nulis.

Beberapa waktu lalu, waktu servis kendaraan di bengkel resmi, saya lihat ada beberapa botol berisi cairan di belakang meja penerima pelanggan.

Saya tanya, itu apa?.. Dia bilang itu sampel bahan bakar dari kendaraan yang diservis di situ, dan ada labelnya serta masalah yg dialami mesin dari masing-masing sampel.

Kesimpulannya, si petugas bengkel bilang, sebenarnya yang masalah bukan premium vs pertamax… tapi antar premium pun bisa beda-beda kualitasnya (baca: kebersihannya). Bisa jadi faktor pom bensinnya yang “kotor”, ato apalah. Soalnya tidak sedikit juga mesin yang sehat wal-afiat karena bbm-nya bagus walopun “hanya” minum premium.

Sejak saat itu saya ngga mau lagi ngisi bbm di pom-bensin yang “tua” atau “kotor”. 😀

Takut kena kuman penyakit… 😀