Bali – Part 3 – Belum Begitu Wow

Masalah kedua yang kami hadapi adalah…. mencari tempat makan siang. Setelah melakukan analisis dan perhitungan dengan seksama (lebay!), maka pilihan kami adalah sebuah resto Italia di kawasan Bali Collection – Nusa Dua. 3 santapan “aman” yang kami pilih: Beef Spaghetti, Chicken Cordon Bleu, dan Fish Soup, ditambah jus buah segar… sangat membantu. Maklum, Bali sedang terik-teriknya waktu itu.

Novotel Nusa Dua

Nah… inilah hotel yang sudah kami pesan sebelumnya. Itu juga pesannya lewat agoda.com, lebih murah daripada harga normal, dan fasilitasnya memuaskan.

Sebenarnya waktu itu mau langsung ke pantai… udah jam 3 sore… tapi apa daya, badan dan mata sudah tak sanggup. Kami pun langsung tertidur dengan sukses.

Waktu bangun, untungnya matahari belum tenggelam… saya dan Bilal langsung bergegas menuju ke pantai yang harus ditempuh dengan menggunakan shuttle – kalo jalan lumayan jauh dan rutenya menyeramkan (lewatin lahan tak bertuan😀 )

image

novotel

Secara pantainya menghadap ke timur, dan waktu itu sudah sore…. jadi, mustahil kalo mau mengharapkan ada sunset di situ😀 Lagipula saya juga ngga nyari sunset kok. Saya cuma mau mengajak anak saya berkenalan dengan pantai🙂

Kali ini saya bebasin dia berkeliaran sepuasnya di pantai tersebut. Sayang sekali kami ngga bawa pakaian ganti (karena buru-buru), jadi ngga sempat mencelupkan badan.😀

Kami ngga bisa lama-lama karena langit sudah mulai gelap, dan bar-bar yang ada di sekitar pantai sudah mulai rame dengan orang-orang yang didominasi oleh bule🙂 Kurang puas😥

DSCF4940

DSCF4953

DSCF4963

 

Makan Malam di Jimbaran

Nah… acara makan malam bisa dibilang kurang mulus kali ini. Plan-nya adalah, makan seafood di Jimbaran. Nah, dimulailah serangkaian permasalahan.

  1. Jimbaran itu luas, dan kami ngga ada ide Jimbaran sebelah mana yang menjadi tujuan kami. Akhirnya saya menunjuk satu titik acak di salah satu pesisir Jimbaran, dan mengarahkan navigasi GPS ke sana.
  2. Dalam perjalanan, kami ketemu macet! Macet di Bali, tepatnya di Jalan By-Pass Ngurah Rai!! itu bukan hal biasa, tapi itu fakta. Dan, macetnya nggak kalah dengan Jakarta! Perjalananan yang seharusnya bisa ditempuh kurang dari 15 menit, ternyata kami lewati dalam 1 jam lebih.
  3. Masalah berikutnya, ternyata tempat yang kami tuju salah!😀 Tidak seperti yang diharapkan. Singkat cerita, karena sudah lapar dan malas muter-muter cari tempat lagi, kami pun memesan makanan di sana, kebetulan ada satu tempat yang cukup direkomendasikan (lupa namanya… :D).
  4. Masalah belum selesai… Pesanan baru saja dinikmati, anak saya tiba-tiba minta pulang😀 Ga enak badan katanya. Dugaan kami sih, kompilasi antara masuk angin, ngantuk, lapar, dan capek.😀.  Makanannya? Bungkusss…! Masih belum tersentuh semua kok.😀

DSCF4989a

IMG_20130426_202740

IMG_20130426_203122

DSCF4988

Untungnya dalam perjalanan balik ke hotel, kami melawan arus kemacetan.

Di Bali, saat itu (sampai tulisan ini dibuat) lagi ada banyak proyek konstruksi. Perluasan bandara Ngurah Rai, pembuatan jalan tol, pekerjaan jalan by-pass Ngurah Rai (dari bandara ke arah Denpasar), salah satunya ada pembangunan underpass. Jadi, bisa di bayangkan di daerah yang sekecil itu, ada 3 proyek guede, sementara jalan utamanya cuma 1 : bypass Ngurah Rai… otomatis jalan tersebut didominasi oleh dump-truck, truk molen (ready mix concrete truck), dan truk-truk pengangkut material lainnya.

***

Kesimpulannya… hari pertama di Bali, ditutup dengan harapan… “semoga hari berikutnya bisa lebih baik daripada hari ini.”😀

Mau tau apa komentar kami di hari kedua?? Puas dan sangat menyenangkan!!! Simak di bagian keempat.🙂

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s