Efek Samping Doraemon

Beberapa waktu belakangan ini saya mulai ngasih komik alternatif ke anak saya , Bilal, 6 tahun. Kebetulan dia udah lancar membaca dan lagi senang-senangnya baca komik. Dia memang suka liat komik pendek yang ada di majalah langganannya. Majalah anak-anak lah.

Komik yang mulai saya kenalin adalah komik klasik Doraemon. Selain menghibur, Doraemon juga (diharapkan) bisa membangkitkan daya imajinasi anak.

Rupanya, efeknya di luar dugaan saya… udah 3 seri Doraemon yang saya belikan. Dan dia mulai menirukan ucapan-ucapan yang ada di komik itu.

Masalahnya, tokoh antagonis seperti Suneo dan Jaian juga ngga luput dari perhatiannya. Dan ngga sering kata-kata bermakna negatif yang ada di komik itu keluar juga dari mulut Bilal 😥

doraemon05

Akhirnya… untuk sementara Doraemonnya saya stop dulu, jangan sampai perbendarahaan kalimat negatifnya malah nambah 😀 😀

Selain itu, pastilah saya jelasin kalo Suneo dan Jaian itu bukan anak yang baik dan tidak baik untuk ditiru ucapan maupun perbuatannya.

Memang sih, kalo mau flash back ke masa lalu, saya juga baru aktif mengkonsumsi komik Doraemon sekitar kelas 3 atau 4 SD.

Advertisements