Mendelegasikan Pekerjaan

Mendelegasikan pekerjaan adalah bukan hal yang gampang. Beda antara memerintah, menyuruh, atau minta tolong, dengan mendelegasikan. Dan konon katanya untuk menjadi pemimpin yang sukses, harus bisa mendelegasikan pekerjaan apa saja. Bagi beberapa orang tertentu – seperti saya – susah, bro…

Banyak alasannya… salah satu penghalang terbesar adalah… ekspektasi yang tinggi (paling ngga sesuai dengan harapan kita), sementara kita ngga yakin dengan kemampuan orang yang akan diserahi tugas. Ini salah besar.

Sedangkan alasan kedua yang juga kadang jadi pikiran adalah, adanya sesuatu yang harus dikorbankan waktu menyerahkan suatu tugas. Misalnya, butuh waktu dan tenaga buat briefing lagi, bahkan mungkin butuh extra cost kalo memang kasusnya adalah memberikan tugas kepada orang baru.

Saya baru saja mengalami. Jadi… ceritanya… saking banyaknya load pekerjaan, saya kepikiran untuk menyerahkan satu-dua pekerjaan yang ngga bisa saya kerjakan dengan optimal (karena belum tau triknya, atau belum ketemu sense-nya). Sementara banyak orang di luar sana yang punya skill yang saya butuhkan. Saya lebih spesifik saja… desain eksterior sebuah gedung. Pekerjaan itu termasuk salah satu dari berbagai rangkaian pekerjaan desain gedung.

Kedengaran sepele, cuma desain eksterior aja.. Smile Tapi ngga semua orang bisa bagus desainnya, termasuk saya, hehe. Akhirnya saya operlah pekerjaan itu. Saya cari freelancer, saya kasih penawaran harga, dan setelah cocok kami mulai bekerja. Dan…. luar biasa! Smile Hasilnya di luar dugaan saya. Maksud saya, saya sudah punya konsep dan ide tentang eksteriornya, saya deskripsikan dalam bentuk tulisan, dan si freelancer ini mampu mengeksekusinya dengan nyaris sempurna!! Model 3D yang diberikan langsung match dengan poin-poin yang saya berikan ke dia.  Dan ajaibnya lagi, dia mengerjakannya hanya 2 hari Open-mouthed smile Pekerjaan yang kalo saya lakukan sendiri bisa 2 minggu. Hehehe…

Akhirnya pikiran saya mulai sedikit terbuka. Saya mulai memetakan pekerjaan-pekerjaan yang bisa saya delegasikan ke orang lain. Bukannya melepas beban. Tanggung jawab tetap aja, karena saya tetap harus mereview pekerjaan tersebut. Yang paling penting dari delegasi pekerjaan adalah, optimalisasi. Pekerjaan yang terhambat kadang gara-gara hal sepele – bingung mau mengerjakan yang mana – akhirnya pelan-pelan bisa terurai.

Fiuh.. semoga… bisa selesai dengan hasil memuaskan.

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s