Masjid Diary – File 001 : Sandalnya Mas

Pernah lihat pemandangan seperti ini?

Ada rak sepatu, tapi sandal & sepatu berserakan di luar. Trus, apa gunanya rak di simpan di situ??

Saya lupa ambil fotonya, tapi rak itu masih kosong!

Mungkin ada yang mikir, “ah.. masalah gitu doang dibahas…

Untuk sementara, kesimpulan saya adalah bahwa kebanyakan pengunjung musholla/mesjid ini termasuk kategori:

  • Malas gerak. Malas buka pintu rak, bungkuk ngambil sepatu, masukin ke dalam rak. Lama dan buang energi. Lebih cepat kalo tinggal lepas sambil jalan ngeluyur… Done!
  • Ikut-ikutan. Kalo udah ada satu yang melakukan, itu hukumnya menjadi Sah atau Mubah, jadi boleh diikuti. Ngga cuma di sini, tapi hampir di mana-mana.
  • Malas baca. Udah dikasih rak, dikasih petunjuk, tapi ngga dikerjakan juga. Ini baru satu petunjuk sederhana. Bagaimana dengan petunjuk hidup dalam satu kitab?

Pesan saya buat yang baca tulisan ini:

“Semoga kecelakaan menimpa siapa saja yang udah tau ada rak yang masih kosong tapi masih menyimpan sandal/sepatu di luar, termasuk diri saya sendiri.”

Amin.

Lebay amat doanya, bro? Biasa aja kali.

Yaaa… bayangin aja kalo yang digituin adalah rumah atau fasilitas milik anda misalnya. Anda udah susah payak bikin peraturan biar suasana rapi, nyaman, bersih, tapi masih dilanggar juga. Fasilitas ini bukan milik siapa-siapa lho.. bukan milik pengelola gedung… bukan milik pengurus. Ini fasilitas buat tempat bersujud… masjidun… tempat sholat… musholla… spesial milik Allah.

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s