Masjid Diary – File 003: Anak-Anak

Nabi menganjurkan kepada kita untuk membiasakan mengikutkan anak ke masjid ketika shalat maupun sewaktu ada taklim.Nah, yang sering menjadi masalah di sini adalah perilaku anak-anak di masjid, khususnya pada saat shalat berjamaah sedang berlangsung.

Kalau anak-anak yang didampingi orang tuanya sih sebagian besar dari mereka masih bisa dikontrol, masih bisa diberi pemahaman, dan cenderung akan berada di dekat orang tuanya.

Tapi kan banyak juga tuh anak-anak yang sengaja memisahkan diri dan berkumpul bersama sebayanya, atau memang anak-anak yang datang tanpa ditemani orang tua mereka. Apa yang mereka lakukan? Sudah bisa ditebak… bermain, membuat gaduh selama shalat berlangsung.

Tiap masjid sebenarnya punya metode yang beda-beda dalam mengatur anak-anak ini, sesuai dengan karakter lingkungan di sana.

Ada yang memisahkan jamaah orang dewasa dengan anak-anak, khususnya anak-anak yang – maaf – agak sulit diatur. Jadi, mereka diberi tempat khusus, terpisah dengan jamaah dewasa, jadi kalopun mereka mau bermain, ngga akan terlalu mengganggu jamaah lain. Ada yang meletakkan mereka di lantai 2 misalnya… jadi sepanjang shalat, yang lantai 1 pada khusyuk, di lantai 2 kayak pasar.

Cara ini menguntungkan jamaah dewasa, tapi ngga sama sekali buat anak. Anak akan susah belajar dan akan menjadikan shalat berjamaah adalah arena bermain yang seru. Anak-anak ini sih cenderung bakalan lebih rajin ke masjid, tapi motivasinya buat bermain, bukan buat shalat.

Ada juga yang pakai cara menyatukan jamaah dewasa dan anak-anak, tapi anak-anak diposisikan di shaf agak belakang. Cara ini sedikit lebih ampuh daripada cara pertama. Sebagian anak akan tertib shalat, dan sebagian lagi – yang memang agak susah diatur – akan berusaha tetap merusak suasana dengan cara bercanda, cekikikan, melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu, dll.

Cara yang lain, ada juga yang memisahkan anak-anak ini menjadi sendiri-sendiri, disisipkan di antara dua jamaah orang dewasa. Tujuannya biar si anak ngga dikasih kesempatan untuk mengganggu pelaksanaan shalat. Saya juga pernah lihat cara ini, tapi yaaa kalo memang anaknya keras kepala tetap aja gagal. Anak-anak yang sudah dipecah-pecah ini, sengaja berdiri dulu di tengah-tengah jamaah dewasa. Begitu kedua orang dewasa di sampingnya sudah takbiratul ihram, mereka langsung kabur, keluar dari shaf dan berkumpul lagi bikin gaduh.

Kemarin, saya agak telat masuk ke jamaah… shaf sudah rapi… saya lihat ada 3 anak berkumpul di satu shaf barisan belakang. Sebelah kiri mereka sudah ada jamaah dewasa. Harusnya saya masuk di sebelah kanan mereka. Tapi saya malah masuk ke tengah-tengah mereka, saya pisahin 2 anak di kiri sana, 1 anak yang paling gede di kanan saya. 2 Anak yang di kiri saya sedikit tertib sih, cuma sambil ngobrol. 1 anak di kanan saya ini yang “gatal”, risau, gundah..😀 Akhirnya, di rakaat ke dua atau tiga, dia ngga tahan… dia melancarkan “serangan” pada saat saya sedang sujud. Dia ngga sujud, trus menjulurkan tangannya ke anak di sebelah kiri saya (ngga tau mendorong atau nyolek). Abis itu rusuhlah mereka, main tembak-tembakan!

Yaa terganggu lah!! Tadinya saya niat mau tegur mereka pada saat selesai shalat. Tapi mereka udah kabur duluan pas selesai salam pertama. #%^&$&#!!!

Silahkan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s