Admin WA Yang Kejam

Saya termasuk orang yang paling ngga suka baca spam, scam, hoax, dan sodara-sodaranya yang lain. Saya membuat grup WA Dunia Teknik Sipil (sudah sampai 3 kloter… karena penuh melulu) yang isinya media pembelajaran dan berbagi antara pelaku-pelaku di bidang Teknik Sipil.

Anggota grupnya sangat bervariasi, dari segi usia (mulai dari anak SMU sampai pensiunan), berbagai macam suku bangsa dan agama juga ada di sana. Makanya aturan grup saya bikin sangat ketat biar tujuan grup tercapai. Salah satu aturan yang saya terapkan adalah tidak boleh OOT (Out Of Topic), dengan dan kondisi tertentu.

Jangankan spam atau hoax… OOT aja dilarang 😀 Walaupun itu berita shahih dan 100% bukan Hoax… selama obrolannya di luar jalur, mohon maaf… konsekuensinya keras… langsung di-remove tanpa pemberitahuan.

Awalnya memang terlihat galak bin kejam… tapi alhamdulillah, banyak yang mengapresiasi. Dan lama kelamaan mereka secara “sukarela” menjadi “aparat” yang selalu melapor kalau ada pelanggaran.

“Min,… kick min!!”, begitu kata mereka begitu ada yang melanggar. Dan tanpa ba-bi-bu langsung saya eksekusi. 😀 Memang ngga ada tempat bagi mereka yang berbuat pelanggaran. Kenapa saya terapkan seperti ini? Karena kalau satu berbuat, yang lain pasti ikut. 😀 Dan biar diskusi bisa fokus juga. Ternyata grup juga ngga menjadi sepi, karena setiap ada yang ditendang, selalu aja ada member baru yang masuk.

Suatu saat, ada anggota yang baru masuk… karena belum tau peraturan, dia langsung main share berita ngga penting. Saya waktu itu belum lihat, tapi anggota yang lain sudah teriak-teriak buat eksekusi. Begitu saya mau hajar, si pelaku langsung minta maaf dan ngaku kalo dia anak baru. Dimaafkan 🙂

Ada juga anggota grup yang masuk ke dua grup.. padahal aturannya mereka hanya boleh pilih salah satu biar kasih ruang buat yang lain yang di luar sana biar bisa bergabung. Anggota yang ketahuan jadi agen ganda seperti ini langsung saya remove di salah satu grup.

Karena kebiasaan itulah, saya suka gatal kalo dimasukkan ke grup-grup lain yang ngga dimoderasi dengan baik. Mau keluar juga ngga enak karena menghormati yang ngundang ke sana. Akhirnya yaaa rajin-rajin Clean Chat-lah.

Ada juga kasus begini… ada satu komunitas… misalnya Grup Penggemar Kucing. Karena anggotanya terlalu banyak dan admin kadang mau mendiskusikan hal yang spesifik buat beberapa anggota, akhirnya dibuatlah sub-grup baru… Grup Penggemar Kucing – Jakarta, yang anggotanya adalah bagian dari Grup Penggemar Kucing tadi. Trus.. dibuat lagi grup khusus lain.. Grup Penggemar Kucing BetinaGrup Penggemar Kucing Sakit, dll… yang semua anggotanya merupakan bagian dari grup utama di atas yaitu Grup Penggemar Kucing.

Maksudnya bagus, tapi masalah muncul waktu ada seseorang atau admin yang membagikan sebuah informasi ke SEMUA grup tersebut. Dan… ada orang yang kebetulan (tanpa diminta) menjadi anggota di semua Grup dan Sub-Grup tersebut. Akhirnya begitu informasi tersebut masuk, muncullah secara berurutan semua Grup tersebut di urutan atas timeline WA. 😀 😀

Tiap orang mungkin beda-beda… tapi kalau saya pribadi 😦 kenapa harus di-post ke semua Grup?? Kenapa ngga di Grup utamanya saja? 😦

Advertisements