Red and Blue Screen

Lagi install Windows XP… dan begini lah hasilnya… oh man…

20170625_20443820170625_203914

Advertisements

Pasar, Seburuk-Buruk Tempat

Apakah pasar itu??

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. :mrgreen:🐴

image

Banyak yang bilang harga barang di pasar tradisional masih lebih murah daripada harga di pasar swalayan. Ah… ngga juga.

Ngga bisa digeneralisir seperti itu. Sudah saya buktikan sendiri. Saya ke pasar hanya untuk belanja sayur mayur, ikan, daging dan ayam. Bukan karena harganya murah, tapi pilihannya buanyak.

image

Kalo masalah segar ato ngga wallahu a’lam.. di pasar tradisional banyak juga barang-barang ngga segar.

Nah… khusus untuk buah… saya pilih swalayan. Karena memang lebih murah.

Masjid Diary – File 001 : Sandalnya Mas

Pernah lihat pemandangan seperti ini?

Ada rak sepatu, tapi sandal & sepatu berserakan di luar. Trus, apa gunanya rak di simpan di situ??

Saya lupa ambil fotonya, tapi rak itu masih kosong!

Mungkin ada yang mikir, “ah.. masalah gitu doang dibahas…

Untuk sementara, kesimpulan saya adalah bahwa kebanyakan pengunjung musholla/mesjid ini termasuk kategori:

  • Malas gerak. Malas buka pintu rak, bungkuk ngambil sepatu, masukin ke dalam rak. Lama dan buang energi. Lebih cepat kalo tinggal lepas sambil jalan ngeluyur… Done!
  • Ikut-ikutan. Kalo udah ada satu yang melakukan, itu hukumnya menjadi Sah atau Mubah, jadi boleh diikuti. Ngga cuma di sini, tapi hampir di mana-mana.
  • Malas baca. Udah dikasih rak, dikasih petunjuk, tapi ngga dikerjakan juga. Ini baru satu petunjuk sederhana. Bagaimana dengan petunjuk hidup dalam satu kitab?

Pesan saya buat yang baca tulisan ini:

“Semoga kecelakaan menimpa siapa saja yang udah tau ada rak yang masih kosong tapi masih menyimpan sandal/sepatu di luar, termasuk diri saya sendiri.”

Amin.

Lebay amat doanya, bro? Biasa aja kali.

Yaaa… bayangin aja kalo yang digituin adalah rumah atau fasilitas milik anda misalnya. Anda udah susah payak bikin peraturan biar suasana rapi, nyaman, bersih, tapi masih dilanggar juga. Fasilitas ini bukan milik siapa-siapa lho.. bukan milik pengelola gedung… bukan milik pengurus. Ini fasilitas buat tempat bersujud… masjidun… tempat sholat… musholla… spesial milik Allah.

Foto #4 The Man Behind The Gun

Ungkapan di atas diambil dari judul sebuah film western (baca: koboi) tahun 1953. Kata “The Gun” dalam frasa di atas memang literally refers to a gun alias senjata/pistol. Tapi istilah tersebut sudah digeneralisasi untuk menunjukkan seseorang yang berada di balik sebuah perangkat atau alat tertentu.

Dalam bidang fotografi, yang namanya kamera sekarang sudah bisa dijangkau dari semua lapisan masyarakat, baik itu “kamera seadanya” sampai “kamera semuanya ada”. Belum lagi integrated camera… di ponsel, smartphone, tablet. Malah sudah ada spy-cam yang “ditanam” di dalam pena, pin dasi, tas, asbak, dll. Tapi… untuk fotografi, sesuai namanya, spy-cam saya rasa bukan “senjata” yang tepat.

Sekitar 6-7 tahun lalu, saya pernah berniat membeli sebuah kamera digital. Seperti biasa saya melakukan survey terlebih dahulu. Target saya adalah sebuah produk kamera murah, merk kelas atas, tapi tipe/varian kelas bawah. Saya sempat terpesona karena melihat hasil jepretan kamera tersebut luar biasa memanjakan mata! Setelah saya selidiki, ternyata foto-foto itu diambil oleh bukan orang awam, melainkan salah satu fotografer profesional. Dari situ saya mulai paham, Faktor “the man behind the gun” adalah faktor utama kualitas suatu hasil karya. Akhirnya saya nggak jadi membeli kamera tersebut, karena saya tau diri, si fotografer itu punya “kekuatan” lain yang tidak saya miliki. Saya kan bisanya cuma jepret dan edit pake instant software.. 😀

Bukan cuma fotografi… hampir sebagian besar kegiatan yang membutuhkan tools (baik itu perangkat keras maupun lunak), jika tidak dihandle oleh ahlinya, maka hasilnya tidak akan maksimal. The Man Behind The Gun ini nggak hanya harus bisa paham cara pakai, tapi juga paham bagaimana cara kerja, dan harus punya sense, chemistry, atau passion terhadap apa yang dia tekuni melalui perangkat tersebut. Jika semua syarat sudah terpenuhi… tinggal tunggu waktu sebuah masterpiece akan lahir.

Kalo yang satu ini, saya cuma mau kasih judul… “The Boy Behind The Gun

the boy behind the gun 

Gun: S880
Bomb: KD Collage (free app from Google Play)

Foto #3 FXCamera Android

image

Fitur share, upload, send, atau sejenisnya mungkin sudah bisa dibilang wajib ada di setiap aplikasi smartphone maupun tablet yg berhubungan dengan file. Integrasi dengan penyedia layanan, social media, blog, email, dll juga menjadi nilai tambah tersendiri. Ilustrasi bagi saya pribadi merupakan ‘bumbu’ dari sebuah tulisan atau artikel.

Rasanya hambar jika membaca sebuah artikel atau buku tanpa ada ilustrasi. Entah ilustrasi itu nyambung ato nggak, setidaknya ada penyegar buat mata 🙂 That’s why saya kurang suka baca novel.

Judul tulisan ini, FXCamera, adalah salah satu aplikasi kamera yang bisa memberikan efek-efek tertentu pada hasil jepretan kita. Saya sedang mencobanya dengan mengintegrasikan dengan aplikasi WordPress untuk tablet. Ini adalah postingan pertama saya langsung dari tablet. Memang masih kalah greget sih dibandingkan dari PC (Windows Live Writer), tapi dari segi kepraktisan, posting via tablet juga cukup efektif, terutama jika ada gambar yang bisa dijepret dan langsung disisipkan ke dalam artikel.

image

image

image

-Posted from WordPress for Iconia-

Belum Haji, Tapi Udah Pernah Pake Pakaian Ihram?

Saya belum!.Tapi anak saya sudah! 😀

Biasanya tiap hari Jumat saya membuat tulisan untuk saya renungi sendiri. Jumat kali ini, saya nggak punya materi… 😀 Ada sih, tapi… saya mau kasih kesempatan buat anak saya dulu untuk berbagi apa yang dia lakukan pagi ini… Biarlah foto-foto di bawah yang berbicara.

191020121281 191020121284 

Continue reading “Belum Haji, Tapi Udah Pernah Pake Pakaian Ihram?”

Foto #2 – U Pe Ha

UPH, Universtitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten. Dua hari terakhir saya menghabiskan waktu berkunjung ke sana. Yang jelas kunjungan kali ini benar-benar penuh harapan… 🙂 Kebetulan rekan-rekan mahasiswa teknik sipil di sana lagi bikin acara Civil Engineering Week, yang isinya rangkaian kegiatan selama sepekan yang berhubungan dengan teknik sipil.. (Ya iyalah… masa anak teknik sipil bikin kegiatan tata rias kecantikan…. yang bener aja, gan!!)

151020121260

 

Continue reading “Foto #2 – U Pe Ha”