Testimoni: Inferno – Dan Brown

Saya bukan penggemar novel. Di dunia ini hanya ada 2 penulis yang semua novelnya sudah saya lahap habis: J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya, sama Dan Brown. Nama yang terakhir ini melejit lewat novel kontroversialnya – The Da Vinci Code, dengan tokoh utama seorang professor simbologi, Robert Langdon.

Robert Langdon ngga hanya berpetualang di Da Vinci Code, dia juga muncul di Angels & Demons (Malaikat & Iblis), The Lost Symbol , dan terakhir di tahun ini Robert Langdon lagi-lagi berjibaku dengan misteri-misteri sejarah kuno dalam Inferno (Neraka).

Dan Brown juga punya 2 novel lain yang nggak kalah seru dibandingkan petualangan Robert Langdon. Ada Digital Fortress (Benteng Digital), dan Deception Point (Titik Muslihat).

DanBrown - DaVinciCode  Dan Brown - digital-fortress1  Dan Brown - deception-point-muka

Dan Brown - angelsdemons  Dan Brown - Lost Symbol cover

Dan Brown - Inferno 

Sebelum saya menulis opini saya mengenai Inferno, sebagai clue saja, di antara semua novel Dan Brown, yang paling saya sukai adalah Deception Point, diikuti oleh The Lost Symbol, kemudian The Da Vinci Code, sisanya sama saja. 🙂

Apakah saya kecewa dengan Inferno? Ngga, justru sebaliknya… terhibur. Masalahnya gini… sebelum membaca Inferno, saya sudah familiar dengan novel-novel Dan Brown, dan dia punya style tersendiri, terutama memutar balikkan suasana cerita, atau istilahnya twist. Jadi, di Inferno ini kalo saya pribadi sedikit mudah ditebak jalan ceritanya, tapi tetap mengejutkan. 😀

Continue reading “Testimoni: Inferno – Dan Brown”