Investasi Untuk Investasi

Saya punya 2 macam investasi… atau… katakanlah bisnis. Yang satu investasi atau bisnis yang bisa diatur, dan satunya lagi investasi atau bisnis yang tidak bisa diatur atau dikelola.

Bisnis atau investasi yang pertama, bisa diatur dengan ilmu dan pengetahuan tentang bisnis yang baik. Bisa dihitung dengan cermat, bisa dianalisis mulai dari modal hingga laba-rugi, bisa dikontrol, sehingga memperoleh hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan. Misalnya, dengan modal sekian, saya bisa mengelolanya sedemikian rupa, sehingga dalam kurun waktu tertentu saya bisa memperoleh keuntungan tertentu pula. Ada yang namanya target, dan target itu bisa tercapai bisa ngga. Laba adalah tujuan utama… tapi siap-siap juga kalo sewaktu-waktu merugi. Tipe investasi dan bisnis macam ini yang paaling banyak digemari orang, dan buaaanyak macam dan jenisnya.  Saya tentu memilih yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian saya.

Sementara investasi atau bisnis yang kedua, sangat bertolak belakang dengan yang pertama. Ngga perlu analisa yang mendalam, ngga perlu target, ngga bisa dicatat atau dibukukan,.. pokoknya susah menghitungnya. Sangat susah… belum ada orang yang bisa menghitung dengan cermat jenis bisnis ini. Dan… cuma sedikit orang yang tertarik dengan investasi ini. Ngga sebanyak investasi yang pertama. Mungkin karena serba ngga jelas nilai dan waktunya, jadi orang susah membuat perencanaan untuk model investasi ini.

Sebenarnya sih gampang… karena investasi yang kedua ini, kita hanya menyetor, mengeluarkan uang, membelanjakan uang, memberikan modal,… tanpa perhitungan dan tanpa target keuntungan. Karena emang ga bisa dihitung.

Lha… trus ngapain ikut investasi macam ini?

Karena kelebihan investasi yang kedua ini adalah kita akan selalu dapat laba atau keuntungan… dijamin. Investasi ini ngga mengenal kata rugi. Yang ada cuma untung, untung, dan untung, dan nilainya ngga bisa diprediksi. Selalu di atas BEP (break even point, alias titik balik modal). Kita invest sejuta, yang kita dapat lebih dari sejuta… dan itu mutlak… walaupun bentuknya ngga harus berupa harta aktif (misalnya kas, dan lain-lain).

Luar biasa bukan? Coba kasih contoh, ada ngga yang pernah rugi atau jatuh bangkrut gara-gara terlalu banyak menghabiskan uang buat jenis investasi yang bernama infak dan sedekah?

Saya dan kita semua tentu punya mimpi dan cita-cita bisa berinvestasi di jenis yang kedua ini lebih banyak, lebih intens, dan lebih serius dibanding yang pertama. (Amiin).

Dan sepertinya untuk bisa seperti itu, kita maksimalkan ikhtiar di investasi yang pertama dengan baik dan benar.

#semogasehatsuksesselalu

Produk Investasi dan Simpanan Terbaik

sedekah Kalo mau ngomongin investasi harta khususnya uang, sebenarnya saya bukan ahlinya. Saya juga selalu mencari produk investasi apa yang paling baik. Akhirnya setelah nanya sana-sini, baca sana-sini, dengar sana-sini… saya cuma bisa menuliskan ringkasan urutan produk investasi dan tabungan dari urutan paling bawah sampai paling tinggi. Kira-kira, kalo punya uang berlebih, sebaiknya disimpan di mana?

  1. Tabungan di bawah kasur atau di dalam lemari.

  2. Tabungan ini tingkat keamanannya sangat rendah, nilai returnnya tidak ada, dan tidak perlu mengeluarkan tenaga dan waktu untuk melakukannya. Tabungannya bisa diambil kapan saja.

  3. Celengan, kotak penyimpanan, dan sejenisnya.

  4. Kalo yang ini tingkat kemanannya sedikit lebih tinggi daripada nyimpan uang di bawah kasur. Tidak mempunyai nilai tambah (return), dan tidak bisa diambil kapan saja. Untuk kemanan yang lebih tinggi, orang biasanya menggunakan brankas kecil atau sejenisnya.
    Continue reading “Produk Investasi dan Simpanan Terbaik”