Warcraft? X-Men Apocalypse? Atau CA:Civil War?

Dalam waktu yang berdekatan, 3 film yang ditunggu-tunggu itu dengan sukses menggemparkan dunia sinema. 🙂 Yaa.. mungkin ada yang bilang…. Warcraft?? Hellouw?

Oke. Kalo dari sisi marketing dan promosi, tentulah Captain America : Civil War yang jadi pemenangnya. Dan hasil eksekusinya cukup sebanding dengan ekspektasi penonton. Tapi, bagi yang sudah ngikutin film-filmnya Marvel Cinema Universe, mungkin sudah familiar dengan “style” film-film mereka. Jadi… yaah.. bagi saya pribadi tetap oke.. memukau. Kalo penilaian saya… 7 of 10 lah.

Yang kedua, X-Men Apocalypse. Kalo kita simak Post Credit Scene di film X-Men sebelumnya (Days of Future Past), di situ sudah kelihatan si Apocalyse lengkap dengan 4 pengawalnya. X-Men ini punya style yang beda lagi, bisa bikin penonton ngga berkedip dalam waktu yang lama. Saya pribadi sih speechless dengan X-Men, terhibur dan tercengang. Kompor gas kalo kata Om Indro. 9 of 10!

warcraft
Warcraft (2016)

Terakhir, Warcraft. Calon film sekuel yang bakal mengguncang nantinya. Warcraft pertama ini bisa dibilang sukses mengawali rangkaian Warcraft berikutnya. Setting ceritanya sudah settle untuk maju ke sekuel berikutnya. Mirip-mirip… itu tuh… The Lord of The Rings… Atau The Hobbit. Kelebihannya Warcraft ada di karakter Orc-nya kereeen!! CGI terkeren sejauh ini. Tadinya sekilas mirip-mirip Avatar… tapi ini lebih “dramatis” efek grafisnya. Game banget lah. Kalo saya sih… kasih skor 8 of 10.

Sebenarnya ada satu lagi.. tapi sampe tulisan ini dibuat, filmnya belum nongol.. Kura-kura Ninja!! 😀 😀

The Hobbit, wujud lain LOTR

Dulu, sebelum muncul orang ketiga di keluarga kami, saya dan istri termasuk rajin nonton film di bioskop. 🙂 Kebetulan selera kami mirip-mirip lah kalo urusan movie. Walopun ada jenis movie yang berada di luar intersection-area antara saya dan istri.

image

Nah… kemarin malam, untuk kedua kalinya saya bersama istri dan anak nonton sebuah film. Sebenarnya ini bukan film keluarga, tapi karena saya dan istri sudah sakaw, terpaksa anak juga diajak. Lagipula The Hobbit juga bukan film dewasa kok. Yang jadi masalah cuma adegan kekerasan dan wujud monster-monster yang menyeramkan (Orc, Troll, Gollum, dll). Tapi, kami sudah siapkan antisipasi buat itu. Yang mengherankan, kok anak saya malah suka dengan karakter-karakter menyeramkan… malah dia ketawa… lucu katanya. What??? Emang aneh ya? Badut terlihat seram, monster terlihat lucu.

Kembali ke The Hobbit. Sensasinya persis sama ketike menonton Lord of The Rings. Luar biasa. Walopun ada beberapa kekurangan kalo mau dibandingkan dengan LOTR, misalnya ada olahan-olahan visual grafis yang masih kelihatan kasarnya. Tapi secara keseluruhan film ini memang sangat menghibur. IMDB saja kasih rating 8.6 (pada saat artikel ini ditulis).

Continue reading “The Hobbit, wujud lain LOTR”