Time Riders, Novel Sci-Fi Tentang Penjelajah Waktu

Di tahun 2044 ada seorang ilmuwan yang menemukan prototipe mesin waktu. Dia sendiri yang mencoba prototipe itu, mencoba ke masa lalu. Begitu kembali, raut wajahnya berubah, dia ngga mau mengembangkan mesin itu lagi. Prototipe dan penelitiannya dihancurkan. Trus dia mulai kampanye untuk menghentikan semua penelitian tentang perjalanan waktu, dan akhirnya secara hukum penelitian itu dilarang.

Tapi, tetap aja ada orang yang melakukan penelitian diam-diam, dan berhasil. Orang-orang itu ngga sadar kalau mereka kembali ke masa lalu, mereka akan menyebabkan kontaminasi sejarah dan masa depan akan menyimpang dari seharusnya.

Akhirnya dibentuklah agen, agen yang bertugas menjaga agar “alur waktu dan sejarah” berjalan seperti seharusnya. Ada 3 orang agen dipilih dari 3 masa yang berbeda. Dan mereka ditempatkan di pos di tahun 2001, bulan September. Mereka tinggal di sebuah ruangan lengkung yang tidak terpengaruh oleh waktu.

Continue reading “Time Riders, Novel Sci-Fi Tentang Penjelajah Waktu”

Advertisements

Testimoni: Inferno – Dan Brown

Saya bukan penggemar novel. Di dunia ini hanya ada 2 penulis yang semua novelnya sudah saya lahap habis: J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya, sama Dan Brown. Nama yang terakhir ini melejit lewat novel kontroversialnya – The Da Vinci Code, dengan tokoh utama seorang professor simbologi, Robert Langdon.

Robert Langdon ngga hanya berpetualang di Da Vinci Code, dia juga muncul di Angels & Demons (Malaikat & Iblis), The Lost Symbol , dan terakhir di tahun ini Robert Langdon lagi-lagi berjibaku dengan misteri-misteri sejarah kuno dalam Inferno (Neraka).

Dan Brown juga punya 2 novel lain yang nggak kalah seru dibandingkan petualangan Robert Langdon. Ada Digital Fortress (Benteng Digital), dan Deception Point (Titik Muslihat).

DanBrown - DaVinciCode  Dan Brown - digital-fortress1  Dan Brown - deception-point-muka

Dan Brown - angelsdemons  Dan Brown - Lost Symbol cover

Dan Brown - Inferno 

Sebelum saya menulis opini saya mengenai Inferno, sebagai clue saja, di antara semua novel Dan Brown, yang paling saya sukai adalah Deception Point, diikuti oleh The Lost Symbol, kemudian The Da Vinci Code, sisanya sama saja. 🙂

Apakah saya kecewa dengan Inferno? Ngga, justru sebaliknya… terhibur. Masalahnya gini… sebelum membaca Inferno, saya sudah familiar dengan novel-novel Dan Brown, dan dia punya style tersendiri, terutama memutar balikkan suasana cerita, atau istilahnya twist. Jadi, di Inferno ini kalo saya pribadi sedikit mudah ditebak jalan ceritanya, tapi tetap mengejutkan. 😀

Continue reading “Testimoni: Inferno – Dan Brown”