Perencanaan & Rekayasa Alam

Dunia teknik tidak akan jauh dari istilah perencanaan (design) dan rekayasa (engineering). Sebut saja teknik apa pun itu, niscaya ada unsur design dan engineeringnya. Engineering dekat kepada sains, karena engineering adalah ilmu terapan dari sains. Sementara di sisi lain, sampai saat ini posisi sains dan agama masih terdapat dua kubu, ada yang menganggap sains dan agama adalah dua hal yang berbeda dan tidak bisa disatukan, dan ada kubu yang memandang bahwa agama dan sains justru saling menguatkan satu sama yang lain. Selama ini, saya lebih banyak bertemu dan membaca karya orang-orang yang berada di kubu kedua. Tidak sedikit dari mereka yang mengakui kebesaran dan kekuasaan Sang Pencipta melalui ilmu sains yang mereka pahami. Saya juga menganut paham kedua, di balik keajaiban sains itu ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dirumuskan, hanya bisa diyakini.

pembentukan-tasur

Nah… sebagai seorang engineer (bukan saintist) saya kadang “iri” dengan para ilmuwan karena hal tersebut di atas. Para ilmuwan bisa terus melakukan riset dan penelitian mereka, dan mereka punya peluang lebih banyak untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengakui keagungan-Nya melalui penelitian-penelitian mereka. Taruhlah seorang astronom (ilmuwan benda-benda langit), hanya dengan mengobservasi benda langit mereka bisa melihat kekuasaan Tuhan di situ.

Tapi…. rasa “iri” itu sudah hilang. Kemarin, hati saya terguncang,…. seolah-olah sedang melihat sebuah gedung megah yang indah, kokoh, canggih,… pokoknya luar biasa. Padahal, sebenarnya… obyek yang sedang saya cermati hanyalah sebuah pohon bambu.

Continue reading “Perencanaan & Rekayasa Alam”